Nationalgeographic.co.id—Beberapa spesies Unta menjelajahi Amerika Utara selama tiga juta tahun, mulai dari Arktik hingga wilayah yang sekarang disebut Honduras. Namun, Unta akhirnya punah sekitar 13.000 tahun yang lalu dari benua tempat mereka pertama kali mereka berasal.
Unta, seperti yang kita kenal sekarang, tidak lagi berkeliaran di alam liar Amerika Utara. Unta Baktria berpunuk dua dari Asia; unta dromedari berpunuk tunggal dari Afrika; serta llama, guanaco, alpaka, dan vicuna dari Amerika Selatan adalah satu-satunya anggota yang masih hidup dari kelompok mamalia yang beragam ini. Menelusuri sejarah unta yang berusia 46 juta tahun menunjukkan bahwa makhluk-makhluk ini telah mengalami perubahan ekologi yang dahsyat.
Lantas, bagaimana unta bisa punah dari tempat mereka berasal yakni di Amerika Utara, namun mereka berkembang pesat di benua lain?
Fosil unta
Secara garis besar dalam evolusi, unta modern termasuk dalam kelompok herbivor yang disebut tylopod. Istilah ini berarti "kaki beralas empuk", merujuk pada kaki beralas tebal dan berkali yang memiliki dua jari, khas unta saat berjalan.
Selama lebih dari satu abad pengumpulan dan penelitian fosil, para paleontolog telah menemukan puluhan spesies tylopod dari berbagai benua. "Ada sekitar 100 spesies unta purba yang punah dari Amerika Utara saja," kata Selina Viktor Robson, paleontolog dari Leibniz Institute for the Analysis of Biodiversity Change. Jika digabungkan dengan fosil dari benua lain, hal ini menjadikan unta sebagai salah satu mamalia berkuku darat dengan catatan fosil terbaik di dunia.
Namun, unta tidak pernah mendapatkan status sebagai ikon evolusi seperti halnya fosil kuda karena dulunya orang Eropa dan para pemukim di Amerika Utara sangat berfokus pada kuda.
Robson dan rekan-rekannya kini mengkaji ulang evolusi unta, menelusuri spesies mana yang saling terkait dan bagaimana hewan-hewan herbivor ini berubah seiring dunia yang semakin kering sejak masa asal mereka.
Para paleontolog awal abad ke-20 merasa mereka sudah memahami evolusi unta dan kerabatnya, tetapi Robson menunjukkan bahwa beberapa identifikasi dan asumsi lama perlu ditafsirkan ulang. "Tylopoda," kata Robson, "benar-benar membingungkan kalau diteliti lebih dalam."
Perpindahan unta
Seiring benua-benua bergeser dan permukaan laut berubah mengikuti iklim, koneksi baru dan jembatan darat muncul. Sekitar tujuh juta tahun lalu, unta raksasa yang masih berkerabat dengan unta modern hidup di habitat Arktik bagian utara Amerika.
Baca Juga: Dari Unta hingga Lebah, Bagaimana Hewan Terlibat dalam Konflik Manusia?